Aal Iz Not Well

Dustai diri sendiri selama ini
Tinggi ‘ku mendongak, langit ‘ku menatap
Pandang ‘ku bintang dan bulan, tempat banyak menggantung harap
Lupakan lumpur di tanah tempat ‘ku menapak

Sejak kapan tidurku berhias mimpi-mimpi indah?
Di mana kau dan aku, dia, mereka, bergandengan tangan
Berbagi kata dengan cermin yang menjilat dalam seluruh pertanyaan
Lupakan sebab matinya Narcissus di tepi telaga

‘Ku kira, beginilah nanti jadinya:
Damai dalam dada ‘kan menguap tak membekas pula
Hanya sugesti belaka
Semuanya tak baik-baik saja

Maka, “Aal iz well,” adalah kalimat pantangan bagi setiap Realis sejati

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s